RSS

MENYEMBUHKAN KESURUPAN

apabila ada orang kesurupan, pegang kepalanya dan bacakan doa ini berulangkali. atas ijin Allah dia segera sembuh:

fakayfa kaana ‘adzaabii wanudzuri

semoga bermanfaat

bibirmerah x

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2014 in Uncategorized

 

AMALAN MENCARI SUMBER AIR

salam.

Berikut amalan mencari sumber air di sebuah area yang tandus.

Baca doa

wafajjarnaa al-ardha ‘uyuunan failtaqaa almaau ‘alaa amrin qad qudira 1000 x selama 7 hari

akhiri dengan puasa mutih sehari semalam.

PRAKTEK:
Cari kayu bercabang dan pegang dua cabang kayu itu, sementara ujung satunya arahkan ke tanah.

bacalah doa di atas berulang dan insya allah segera ada getaran sangat kuat dar ujung kayu dan akhiri dengan mencangkuli/membor area dimaksud.

semoga bermanfaat.

BIBIRMERAH X

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2014 in MENCARI SUMBER AIR

 

ILMU KAMANUNGSAN DAN ILMU KASAMPURNAN

Ketika selesai membangun pesantren, Raden Paku teringat salah satu bungkusan yg harus dibukanya. Ia ingat kata2 ayahnya kalau bingkisan itu berisi rahasia ilmu sejati yg harus dibacanya. Dengan hati2 dibukanya bungkusan tsb. Didalamnya ada beberapa lembar daun lontar bertuliskan huruf arab pegon. Segera dibacanya tulisan tsb.

A. Tentang Macam Ilmu Manusia.

Adalah suatu yg pasti terjadi anakku, ketahuilah ini, renungkan demi kasampurnaan ilmumu. Di dunia ini, entah kapan, sakit, dan mati pasti terjadi. Maka hendaklah waspada, tidak urung kita juga akan mati, jangan lupa pada sangkan paran dumadi. Untuk itu, di dunia ini hendaklah selalu prihatin. Agar benar2 sempurna engkau berilmu.

Dalam memperbincangkan ilmu kasempurnaan ini, jangan lupa arti bahasanya jika engkau mempertanyakannya. Karena mengetahui arti bahasa adalah kuncinya. Kesungguhanlah yg pasti, itulah yg perlu benar2 engkau mengerti. Jangan takut pd biaya. Bukan emas, bukan dirham, dan bukan pula harta benda. Namun hanya niat ikhlas saja yg diperlukan.

Adapun ilmu manusia itu ada 2, anakku. Yang pertama adalah ilmu kamanungsan yg lahir daru jalan indrawi dan melalui laku kamanungsan. Yang kedua adalah ilmu kasampurnaan yg lahir melalui pembelajaran langsung dari Sang Khalik. Untuk yg kedua ini, ia terjadi melalui 2 cara, yaitu dari luar dan dari dalam. Yang dari luar, dilalui dg cara belajar. Sedangkan yg dari dalam, dilalui dg cara menyibukan diri dg jalan bertapa ( bertafakur ).

Adapun bertafakur secara batin itu sepadan dg belajar secara lahir. Belajar memilki arti pengambilan manfaat oleh seorang murid dari gerak seorang guru. Sedangkan tafakur memilki makna batin, yaitu suksma seorang murid yg mengambil manfaat dari suksma sejati, ialah jiwa sejati.

Suksma sejati dalam olah ngelmu memilki pengaruh yg lebih kuat dibandingkan berbagai nasehat dari ahli ilmu dan ahli nalar. Ilmu2 seperti itu tersimpan kuat pada pangkal suksma, bagaikan benih yg tertanam dalam tanah, atau mutiara di dasar laut.

Ketahuilah anakku, kewajiban orang hidup tidak lain adalah selalu berusaha menjadikan daya potensial yg ada di dalam dirinya menjadi suatu bentuk aksi (perbuatan) yg bermanfaat. Sebagaimana engkau juga wajib mengubah daya potensial yg ada dalam dirimu menjadi perbuatan, melalui belajar. Sejatinya dalam belajar, suksma sang murid menyerupai dan berdekatan dg suksma sang guru. Sebagai yg memberi manfaat, guru laksana petani. Dan sbg yg meminta manfaat, murid ibarat bumi atau tanah.

Anakku ketahuilah, ilmu merupakan kekuatan seperti benih atau tepatnya seperti tumbuh2an. Apabila suksma sang murid sudah matang, ia akan menjadi seperti pohon yg berbuah, atau seperti mutiara yg sudah dikeluarkan dari dasar laut. Jika kekuatan badaniah mengalahkan jiwa, berarti murid masih harus terus menjalani laku prihatin dalam olah ngelmu dg menyelami kesulitan demi kesulitan dan kepenatan demi kepenatan, dalam rangka menggapai manfaat.

Jika Cahaya Rasa mengalahkan macam2 indra, berarti murid lebih membutuhkan sedikit tafakur ketimbang banyak belajar. Sebab suksma yg cair atau dalam bahasa arab dsb nafs al-qabil akan berhasil menggapai manfaat walau hanya dg berfikir sesaat, ketimbang proses belajar setahun yg dilakukan oleh suksma yg beku nafs al-jamid.

Jadi, engkau bisa meraih ilmu dg cara belajar, dan bisa juga mendapatkannya dg cara bertafakur. Walaupun sebenarnya dalam belajar itu juga memerlukan proses tafakur. Dan dg tafakur engkau tahu manusia hanya bisa mempelajari sebagian saja dari seluruh ilmu dan tidak bisa semuanya.

Banyak ilmu2 mendasar atau yg dsb annazhariyyah dan penemuan2 baru, berhasil dikuak oleh orang2 yg memilki kearifan. Dg kejernihan otak, kekuatan daya fikir dan ketajaman batin, mereka berhasil menguak hal2 tsb tanpa proses belajar dan usaha pencapaian ilmu yg berlebihan.

Dg bertafakur, manusia berhasil menguak ajaran sangkan paraning dumadi . Dg begitu terbukalah asumsi dasar dari keilmuan sehingga persoalan tidak berlarut2 dan segera tersingkap kebodohan yg menyelimuti kalbu.

Seperti telah kuberitahukan sebelumnya anakku, suksma tidak bisa mempelajari semua yg di inginka, baik yg bersifat sebagian ( juz’i / parsial ) maupun yg menyeluruh ( kulli / universal ) dg cara belajar. Ia harus mempelajari dg induksi, sebagian dg deduksi sebagaimana umumnya manusia dan sebagian lagi dg analogi yg membutuhkan kejernihan berfikir. Berdasarkan hal ini, ahli ilmu terus membentangkan kaidah2 keilmuan.

Ketahuilah anakku.
Seorang ahli ilmu tidak bisa mempelajari apa yg dibutuhkan seluruh hidupnya. Ia hanya bisa mempelajari keilmuan umum dan beragam bentuk yg merupakan turunannya dan hal itu menjadi dasar untuk melakukan qiyas terhadap berbagi persoalan lainnya. Begitu pula para tabib, tidaklah bisa mempelajari seluruh unsur obat2an untuk orang lain. Meraka hanya mempelajari gejala2 umum. Dan setiap orang diobati menurut sifat masing2 Demikian juga para ahli perbintangan, mereka mempelajari hal2 umum yg berkaitan dg bintang, kemudian berfikir dan memutuskan berbagai hukum.
Demikian juga halnya seorang ahli fikih dan pujangga. Begitu seterusnya, imajinasi dan karsa yg indah2 berjalan. Yang satu menggunakan tafakur sbg alat pukul, semacam lidi, sedangkan yg lain menggunakan alat bantu lain untuk merealisasikan.

Anakku jika pintu suksma terbuka, ia akan tahu bagaimana cara bertafakur dg benar dan selanjutnya ia bisa memahami bagaimana merealisasikan apa yg diinginkan. Karena itu hati pun menjadi lapang, pikiran jadi terbuka dan daya potensial yg ada dalam diri akan lahir menjadi aksi (perbuatan) yg berkelanjutan dan tak mengenal lelah.

B. Memahami Ilmu Kasampurnaan.

Ketahuilah anakku bahwa ilmu kasampurnaan itu ada 2 macam,

Pertama, diberikan melalui wahyu.

Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yg dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impian semu. Suksma akan menghadap Sang Pencipta, merengkuh cintaNya dan berharap manfaat serta limpahan cahayaNya.

Allah akan menyambut suksma itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Allah akan menjadikan pena dari suskma sejati. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi.

Suksma sejati laksana guru, suksma manusia suci ibarat sang murid. Sehingga dicapailah seluruh ilmu, dan padanya semua bentuk terukir tanpa proses belajar maupun berfikir. Dalilnya : “Dan Dialah yg mengajarkanmu apa2 yg tidak kamu ketahui” (QS. An-Nisa:213).

Ilmu para nabi lebih tinggi derajatnya dibandingkan ilmu mahluk2 yg lain. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari YME tanpa perantara. Kau bisa memahami dalam kisah para malaikat dg kanjeng Nabi Adam. Sepanjang usianya para malaikat terus belajar. Dan dg berbagi cara mereka berhasil mendapatkan banyak macam ilmu, sehingga mereka menjadi mahluk yg paling berilmu dan mahluk paling berpengetahuan.

Sementara itu Adam tidaklah tergolong ahli ngelmu karena ia tidak pernah belajar dan berjumpa dg seorang guru. Malaikat bangga dan dg besar hati mereka berkata:” padahal kami Senantisa bertasbih dg memuji Engkau dan mensucikan Engkau.” (QS. Al-Baqarah:30).

Kanjeng Nabi Adam kembali menuju Sang Pencipta. Lantas beberapa bagian dalam hati Kanjeng Nabi oleh Allah dikeluarkan ketika ia menghadap dan memohon pertolongan kepada Tuhan. Lalu Allah ajarkan seluruh nama2 benda. “Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat, lantas Allah berfirman: “Sebutkanlah kepadaku nama benda2 itu jika kamu memang orang2 yg benar” (QS. Al-Baqarah:31).

Ketahuilah, malaikat menjadi kerdil dihadapan Adam. Ilmu mereka menjadi terlihat sempit. Mereka tak bisa berbangga dab besar hati, justru yg ada hanya rasa tak berdaya. “Maha Suci Engkau, tidak ada yg kami ketahui selain dari apa yg Engkau ajarkan kpd kami” (QS. Al-Baqarah:32).

Maka kepada mereka Adam diberitahukan bbrp bagian ilmu dan hal2 yg masih tersembunyi. Akhirnya jelaslah bagi kaum berakal, bahwa ilmu gaib yg bersumber dari wahyu lebih kuat dan lebih sempurna dibandingkan ilmu yg diperoleh dg penglihatan langsung.

Ilmu yg diperoleh melalui wahyu merupakan warisan dari hak para nabi. Namun mulai masa Kanjeng Nabi Muhammad pintu wahyu telah ditutup oleh Allah. Sebab Muhammad adalah penutup para nabi. Dia mewakili sosok paling berilmu dan paling fasih dikalangan manusia. Allah telah mendidiknya dg budi pekertinya menjadi baik.

Ketahuilah anakku, Ilmu Rasul itu lebih sempurna, lebih mulia, dan kuat. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari Sang Khalik. Beliau sama sekali tidak pernah menjalankan proses belajar-mengajar insani.

Ilmu Kasampurnaan yg Kedua,

disampaikan sebagai ilham yaitu peringatan suksma sejati terhadap suksma manusia berdasarkan kadar kejernihan, penerimaan dan daya kesiapannya. Ilham boleh dikatakan mengiringi wahyu. Kalau wahyu merupakan penegasan perkara gaib, maka ilham merupakan penjelasannya. Ilmu yg diperoleh dg wahyu itulah sejatinya ilmu kenabian, sedangkan yg diperoleh dg ilham itulah sejatinya ilmu kewalian.

Ilmu kewalian diperoleh secara langsung, tanpa perantara antara suksma dan Sang Pencipta. Ilmu Kasampurnaan itu laksana secercah cahaya dari alam gaib, yang datang menerpa hati yg jernih, hampa dan lembut.

Semua ilmu merupakan produk pengetahuan yg diperoleh dari suksma sejati yg terdapat dalam inti sangkan paraning dumadi
dg menisbatkan pada RASA SEJATI, seperti penisbatan Siti Hawa kepada Kanjeng Nabi Adam.

Ketahuilah anakku, rasa sejati lebih mulia, lebih sempurna dan lebih kuat dari disisi Allah dibandingkan suksma sejati. Sedangkan suksma sejati lebih terhormat, lebih lembut dan lebih mulia dibandingkan mahluk2 lain.

Adapun ilham itu terlahir dari melimpahnya rasa sejati dan juga terlahir dari melimpahnya pancaran sinar suksma sejati. Jika wahyu menjadi perhiasan para nabi, maka ilham menjadi perhiasan para wali. Adapun ilmu yg diperoleh dari wahyu adalah sebagaimana suksma tanpa rasa atau wali tanpa nabi. Begitu pula ilham tanpa wahyu akan menjadi lemah. Ilmu akan menjadi kuat jika dinisbatkan kepada wahyu yg bersandar pada penglihatan ruhani. Itulah ilmu para nabi dan wali

Ketahuilah, ilmu yg diperoleh dg wahyu hanya khusus bagi para rasul, seperti diberikan kepada Adam, Musa, Ibrahim, Isa, Muhammad saw dan para rasul lain. Itulah yg menbedakan antara risalah dg nubuwwah .
Adapun nubuwwah adalah perolehan hakikat dari ilmu dan rasionalitas2 oleh suksma yg suci kepada orang2 yg mengambil manfaat. Barangkali perolehan semacam itu didapat salah satu suksma, tetapi ia tidak berkewajiban menyebarkannya karena suatu alasan dan oleh sebab2 tertentu.

Ilmu kasampurnaan menjadi milik seorang nabi dan wali, sebagaimana dimilki Khidir a.s. Hal itu terdapat pd dalil: “Dan yg telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Al-Kahfi:65).

Ingatlah ketika khalifah Ali berujar: “Kumasukan lisanku kemulutku, hingga terbukalah dihatiku seribu pintu ilmu, yg pada setiap pintu terdapat seribu pintu yg lain”. Dan ia berkata: “Andai kuletakkan bantal dan aku duduk diatasnya, niscaya aku akan mengambil putusan hukum bagi penganut Taurat berdasarkan Taurat mereka, bagi penganut Injil berdasarkan Injil mereka, dan bagi penganut al-Quran berdasarkan al-Quran mereka”.

Derajat seperti ini tidak bisa diterima dg melalui ilmu kemanungsa semata yg hanya dari pembelajaran insani. Pastilah seseorang yg telah mencapai derajat tsb telah dikarunia ilmu kasampurnaan.

Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirimu, Dia akan menyingkap tabir atau hijab yg menhalangi dirimu dg suksma yg menjadi papan itu. Dg demikian, sebagian rahasia dari apa2 yg tersembunyi akan ditampakan pdmu. segenap makna yg terkandung didalam rahasia tsb akan terpahat pd suksmamu. Dan suksma itupun mengungkapkan sebagaimana engkau ingin karena dikehendakiNya..

Sejatinya, kearifan bisa lahir dari ilmu kasampurnaan. Selama engkau belum mencapai derajat atau tingkatan ini, engkau tidak akan menjadi seorang arif.
Karena kearifan merupakan pemberian Hyang Widi.
Dalilnya : ” Allah menganugrahkan al-hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar2 telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang2 yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran ” (QS. Al-Baqarah:269).

Hal itu karena orang2 yg berhasil mencapai ilmu kasampurnaan tidak perlu lagi banyak berusaha memahami ilmu secara induktif dan berpayah-payah belajar. Orang yg demikian sedikit belajar, banyak mengajar, sedikit capai, banyak istirahat.

Ketahuilah anakku, setelah wahyu terputus dan sesudah pintu risalah ditutup, umat manusia tidak lagi membutuhkan kehadiran rasul atau utusan. Mereka tidak lagi memerlukan penampakan dakwah setelah penyempurnaan agama. Bukanlah termasuk kearifan menampakan nilai lebih tidak berdasarkan kebutuhan.

Tapi ketahuilah anakku, pintu ilham itu tidak pernah ditutup. Pancaran cahaya suksma sejati tidak pernah terputus. Karena suksma terus membutuhkan arahan, pembaharuan dan peringatan. Umat manusia tidak memerlukan risalah dan dakwah, tetapi masih membutuhkan peringatan sebagai akibat dari tenggelamnya mereka pada rasa was-was dan terhanyut oleh gelombang syahwat.

Karena itu Allah menutup pintu wahyu sebagai pertanda bagi hamba-Nya dan membuka pintu ilham sebagai rahmat serta menyiapkan segala sesuatu menyusun tingkatan2 supaya mereka tahu bahwa Allah Maha Lembut kepada hamba2-Nya, memberikan rezeki kepada siapa saja yg dikendaki tanpa perhitungan. Selesai sudah nasehatku tentang kawruh kesejatian yg kubeberkan padamu. Hendaklah engkau bisa menggunakan sebaik mungkin.

Dengan sikap takzim, Raden Paku ( Sunan Giri ) menerawang ke depan membayangkan wajah ayahandanya mengucapkan sendiri kata2 yg barusan dibacanya. Digengamnya erat2 lembaran lontar itu, lalu didekapkan didada serasa hendak menggoreskan makna dalam hatinya. Suatu makna dari nasehat orang suci yg tak lain adalah ayahandanya sendiri Syeh Wali Lanang / Syeh Awallul Islam ( Maulana Ishak ), lelaki suci keturunan manusia utama.\@@@

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 7, 2014 in Uncategorized

 

MASUK KE RAGA ORANG LAIN

Ada kalanya, kita perlu mengendalikan raga orang lain agar bisa menuruti kemauan kita. Untuk itu kita perlu memiliki teknik dan cara masuk ke raga orang lain. Saya mendapatkan ilmu ini ketika riyadhoh di hutan Gunung Slamet, Jawa Tengah. Caranya sebagai berikut:

Puasa mutih 1 hari
Puasa warna 1 hari
Selama puasa, bacalah mantra ini minimal 5 x sehari. Lebih bagus setelah sholat lima waktu.
catatatn: TITIK TITIK ISI DENGAN kepada siapa anda ingin masuk ke raganya.

Mantranya sbb:
KHODRATULLAH SIFAT MANUSIA
SIFATULLAH NYAWA MANUSIA
DZATULLAH SUKMA MANUSIA
DZATULLAH RUH MANUSIA
AKULAH RASA SEJATI
SERIBU RASA YANG MENYATU
RASA SI ….. JUGA RASAKU
SUKMA SI ….. JUGA SUKMAKU
ROH SI ….. JUGA ROHKU
NYAWA SI …. JUGA NYAWAKU
BAGAIKAN ANAK PANAH
PUTIH RUPANYA
MATAHARI BERTENGGER DI IBU JARI KIRI
ANGIN YANG BIRU WARNANYA
MENYUSUP KE DALAM ROHKU
MERENUNGKAN NAMA BUMI
MEMBISIKKAN NAMA ORANG
TERHANYUT ITU INGAT
TERHANYUT RUSAKLAH PAKAIAN SI MANGSIT
IALAH TEMAN SI ……
ROH NAPAS NYAWA SUKMA
SUKMA SI … JUGA SUKMAKU
NYAWA SI …. JUGA NYAWAKU
ROH SI …. JUGA ROHKU
KULIT SI…. JUGA KULITKU
TULANG SI …. JUGA TULANGKU
BERKAT KALIMAH LAILAHA ILLALLAH
MUHAMMADARRASULULLAH

@BIBIRMERAH,2014

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2014 in MASUK KE RAGA ORANG LAIN

 

MANTRA DATANGKAN HARIMAU PUTIH

Saya menggunakan mantra Jawa dari mantra-mantra leluhur untuk menumbuhkan kekuatan dan kekebalan tubuh dari semua bahaya termasuk dari bahaya senjata tajam, senjata peluru dan sebagainya. Mantra ini memanggil khodam harimau putih. Saya melakukan riyadhoh kungkum sehari semalam di sebuah mata air dan membaca mantra berikut ini selama kungkum. Berikut mantranya:

BISMILAHIRROHMANIRROHIM
JIBRIL MENYUSUP KE TUBUH FATIMAH
FATIMAH MENYUSUP KE TUBUHKU
DIPERCAYA OLEH ALLAH TA’ALA
BERTUMPU PADA HARIMAU PUTIH
TAPI BUKAN HARIMAU PUTIH
MELAINKAN HARIMAU PUTIH UTUSAN ALLAH
LAILAHA ILALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH

Bila mau meriyadhohi, kami persilahkan dan semoga ada manfaatnya buat anda. Trims.

@bibirmerahx,2014

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2014 in DATANGKAN KHODAM HARIMAU PUTIH

 

JENIS ILMU DALAM MASYARAKAT JAWA

Ngelmu Kasampurnan

Ngelmu Kasampurnan adalah Kebatinan atau dalam pengertian universal disebut spiritualitas, istilah lainnya: Ngelmu Sejati atau Kasunyatan.Orang yang mempelajari spiritualitas adalah orang dewasa yang telah matang jalan pikirannya. Orang yang masih senang menggeluti kenikmatan yang melulu bersifat keduniawian seperti masih menumpuk harta kekayaan berupa materi, mencari posisi kekuasaan yang memberi kepuasan duniawi, tentu tidak atau belum tertarik kepada spiritualitas atau Ngelmu Kasampurnan.

Seseorang biasanya akan mulai tertarik kepada spiritualitas atau mulai memahaminya bila kehidupannya mulai tenang, sudah imbang, sudah balance pemahaman hidup duniawi dan spiritual.

Manusia sudah berada dalam tingkat kesadaran bahwa hidup didunia ini selain berurusan dengan kehidupan duniawi yang benar dan baik, juga ada kehidupan spiritual yang harus difahami.Apalagi dia tahu benar bahwa hidup didunia ini relatif tidak lama. Sebaiknya dia bersikap bijak dan lalu mulai menapaki kehidupan spiritual yang akan mengantarkannya kemasa mendatang yang terjamin dibawah naungan Gusti, Tuhan Sang Pengatur Kehidupan Sejati.

Tingkatan Ngelmu sebelum Ngelmu Kasampurnan

Orang tradisional Jawa mengetahui, apalagi dimasa lalu, bahwa dimasyarakat dikenal ada orang-orang tua/ dituakan yang disebut Wong Tuwo, Wong Pinter, Priyayi Sepuh atau Guru Kebatinan atau Guru Ngelmu yang memberi tuntunan pelajaran kebatinan kepada murid-muridnya atau anggota paguyubannya. Selain mengajari spiritualitas kepada orang-orang yang berminat, seorang Priyayi Sepuh juga sering dimintai tolong oleh siapapun yang butuh bantuannya dalam berbagai bidang yang pelik dalam kehidupan ini. Pertolongan  itu diberikan dengan ikhlas. Artinya seorang murid harus memahami kondisi guru kebatinan. Jangan sampai guru kelaparan gara-gara tidak bisa makan. Murid harus tahu diri dengan memberi imbalan semampunya.

Untuk orang Jawa tradisional, sebelum orang  belajar ngelmu yang tertinggi yaitu Kasampurnan atau Kebatinan , ada yang terlebih dahulu mempelajari pengetahuan supranatural yang tingkatannya dibawah Ngelmu Kasampurnan, tingkatannya sebagai berikut :

Kanoman

Kanoman dari kata dasar, nom, anom, enom artinya muda. Maka kanoman biasanya diartikan sebagai “ ngelmu muda” untuk anak muda, sedangkan “ngelmu sepuh” untuk orang dewasa.

Pada masa lalu ada beberapa remaja Jawa tradisional yang jalan kehidupannya sangat dipengaruhi oleh atau bahkan menyatu dengan lingkungan alam dan sikap dan kebiasaan hidup masyarakat disaat itu yang tertarik untuk ikut menjalani olah/latihan kanoman.

Mayoritas anak muda berpikiran dan berperilaku positif, sikap hidupnya dituntun oleh panduan Budi Pekerti dan sangat percaya kepada kekuasaan tertinggi dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lingkungan kehidupan dan alam sekitarnya membuat mereka lebih peka terhadap adanya hal-hal yang tidak terlihat tetapi sebenarnya ada, bahwa ada dimensi lain yang dikatakan gaib dalam kehidupan ini.

Suara hati berkata supaya kehidupan didunia ini berjalan baik-baik saja, tidak ada yang suka berbuat jahat kepada pihak lain. Tetapi kenyataannya tidak begitu, dari masa dahulu, watak dan perbuatan jahat sudah ada. Ada orang yang senang menonjolkan diri, memikirkan dirinya sendiri dan berbuat untuk kesenangan dan keuntungan dirinya.

Berbagai macam jenis dan tindak kecurangan, kelicikan, kejahatan yang kentara dan tidak kentara, kriminalitas kecil-kecilan sampai klas kakap pada kenyataannya mewarnai kehidupan didunia ini.

Pada dasarnya, anak muda terpanggil untuk berbuat baik, menegakkan kebenaran. Dari cerita wayang, legenda kuno, dari dulu selalu terjadi pertempuran antara yang baik melawan yang jahat dan pada akhirnya setelah melalui perjuangan panjang yang baiklah yang menang.Untuk mencapai kemenangan haruslah ada usaha yang tekun dan rajin, disertai sikap pantang menyerah untuk antara lain berlatih dan belajar meningkatkan kemampuannya dalam seni bela diri.

Pada jaman kuno, anak-anak muda belajar dengan cara nyantrik di padhepokan, berguru kepada seorang guru yang mumpuni. Diperguruan  ditanamkan pelajaran-pelajaran seperti Budi Pekerti, Pengetahuan Umum, Kanuragan dan hal-hal yang mengarah ke Kebatinan.

Guru yang menentukan tingkat pelajaran dari siswa, berdasarkan pengamatan dan penilaiannya terhadap kemampuan setiap siswa.
Pada prinsipnya guru hanya menerima siswa yang berwatak baik dan sungguh-sungguh punya niat untuk belajar.

Persyaratan yang ditentukan  adalah : Berwatak satria artinya punya rasa tanggung jawab, berani karena benar, jujur, punya rasa welas asih kepada sesama, hormat kepada guru dan sanggup menjunjung nama baik perguruan.

Sambil melakukan pekerjaan praktis setiap harinya untuk menunjang kehidupan di padhepokan seperti : bertani, berkebun, berternak, mengambil air, membersihkan rumah dan halaman; para siswa juga belajar ilmu dan ngelmu sesuai dengan tingkatnya.
Selain tetap diajarkan Budi Pekerti, tata krama, tata susila untuk pergaulan dimasyarakat,diajarkan pula pengetahuan umum dan berbagai ketrampilan untuk bekal menunjang keperluan hidupnya dikelak kemudian hari. Salah satu pelajaran dan pelatihan yang penting adalah olah supranatural yang sesuai dengan klasnya, untuk para muda dilatih dengan kanuragan.

KANURAGAN

Dalam kanuragan yang dilatih, ditatar adalah raga, sehingga orang yang mempelajari dan mempraktekkan kanuragan  menjadi kuat dan bahkan dibilang sakti karena dia menjadi antara lain kuat menerima pukulan, tidak mempan senjata tajam , tembakan peluru dan sebagainya.
Kanuragan biasanya diminati oleh golongan muda, setelah mereka melihat dan mengalami hasilnya yang menakjubkan, mereka menjadi lebih percaya kepada hal-hal yang bersifat supranaturalis.

Untuk orang-orang tertentu kelebihan positif dari kanuragan, membuat mereka ingin mempelajari juga Kebatinan / Spiritualitas.

( Seingat penulis, sejak tahun 1950-an, anak muda yang belajar ngelmu Kanoman termasuk Kanuragan tidak mempelajarinya di Padhepokan seperti jaman kuno,  tetapi cukup belajar dan dilatih oleh seorang guru pada saat-saat tertentu seperti layaknya sekolah atau kursus saja).

Kanuragan selain belajar seni bela diri terutama untuk mempertahankan diri bila diserang, juga untuk berlaga, menyerang lawan.

Selain itu siswa juga mulai diberi ajaran yang berupa mantra atau aji-aji untuk keselamatan, untuk memayungi diri dari segala macam gangguan fisik dan non-fisik.

Semakin dewasa umur seseorang dan juga cara berpikirnya, dia menjadi lebih sabar, lebih mampu mengendalikan diri, maka secara alami dia akan lebih memilih penggunaan mantra-mantra keselamatan atau karahayon dari pada aji-aji kanuragan.

Contoh ekstrim : Seorang petugas keamanan yang masih muda, sangat bangga bahwa peluru yang ditembakkan kepadanya oleh musuh tidak mampu menembus badannya, dia kebal, anti peluru. Dia senang dikagumi oleh rekan-rekannya, ditakuti para penjahat. Sedangkan seorang petugas yang lebih tua, lebih bijak, dia lebih senang bila senjata yang ditembakkan kepadanya, tidak bisa meletus, sehingga dia aman. Petugas lain yang lebih tua akan lebih senang , bila musuh dan penjahat menyingkir darinya.

KADONYAN

Tingkat selanjutnya adalah supaya selamat, makmur, bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Pada tingkatan ini biasanya orang telah hidup berkeluarga.Orang Jawa tradisional bilang supaya hidup wajar, cukup sandang, pangan, papan dan tentunya berbagai keperluan lain yang esensial seperti menyekolahkan anak, kesehatan, sekadar tabungan dsb.

Sebagai layaknya orang berumah tangga, punya anak, dia akan berusaha untuk punya pekerjaan atau usaha yang bisa mencukupi dengan baik kebutuhannya bersama keluarga. Untuk itu selain harus punya kemampuan dan ketrampilan, juga diperlukan laku prihatin  dengan permohonan kepada Tuhan dan juga disertai amalan/mantra yang sifatnya Kadonyan – keduniawian untuk menaikkan derajat, pangkat dan semat – kedudukan, kekuasaan dan kekayaan.

Jalan kehidupan aktif bekerja, berkarya,setelah menyelesaikan sekolah dan mulai bekerja dan kemudian berumah tangga, punya anak-anak, lalu mendidik, membesarkan dan mengentaskan anak-anaknya, itu merupakan suatu perjalanan panjang dari kehidupan seseorang didunia ini, berkisar sekitar 25 sampai 30 tahunan. Selama kurun waktu itu, belum tentu segalanya berjalan mulus, kadang-kadang ada gejolak, itulah romantika kehidupan. Keterlibatan orang dalam Kadonyan- kehidupan duniawi menyita banyak waktu, bahkan sebagaian terbesar dari hidupnya dan bahkan ada orang yang terpaksa atau memang sengaja, tidak mau atau tidak mampu keluar dari urusan ini sampai akhir hidupnya didunia fana ini.

Dalam tahapan hidup duniawi ini, orang harus berhati-hati, untuk selalu berpegang kepada jalan yang benar dan baik yang diperkenankan Tuhan, jangan sampai tergoda oleh bujukan nafsu yang menyesatkan.

KASEPUHAN
Menginjak usia yang lebih tua, sepuh, emosi biasanya sudah lebih mudah untuk dikendalikan. Sudah banyak pengalaman hidup baik yang manis, susah sudah dilewati. Ada diantara kita yang berminat mempelajari Ngelmu Kasepuhan. Disebut kasepuhan karena memang biasanya disenangi oleh orang tua-tua atau orang dewasa yang bijak.

Kasepuhan dipelajari untuk menyembuhkan orang sakit, baik sakit fisik, maupun mental, membantu orang yang berada dalam kesulitan, memberikan perlindungan bagi yang perlu keselamatan, untuk membantu kelancaran usaha, pekerjaan dlsb. @@@

NGELMU KASAMPURNAN/ NGELMU SEJATI

Inilah tingkatan ngelmu yang tertinggi dari Kejawen, istilah lainnya adalah Kebatinan,Kasunyatan atau Spiritualitas.
Ngelmu ini menguak kasunyatan atau realias dari kehidupan sejati. Orang bijak yang telah mencapai ngelmu sejati akan melihat kenyataan hidup yang sejati, dimana semuanya telah terbuka sehingga tidak ada lagi rahasia dalam kehidupan ini.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 21, 2014 in Uncategorized

 

DOA RAJAH REJEKI DITARUH DIATAS PINTU

BIBIR MERAH X

SILAHKAN RAJAH DOA INI DIPRINT/DITULIS DAN TARUH DI ATAS PINTU DEPAN TEMPAT USAHA/RUMAH/TOKO ANDA. INSYA ALLAH REJEKI ANDA  AKAN SEMAKIN MENGALIR DAN INGAT, JANGAN LUPA SHODAKOH SETIAP MINGGU SEKALI SEIKHLASNYA KE ANAK YATIM DAN JANDA-JANDA …

BERIKUT RAJAHAN DOANYA…

RAJAHAN REJEKI

SALAM PERSAUDARAAN.

BIBIRMERAH X

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2014 in DOA RAJAH REJEKI DITARUH DIATAS PINTU

 

ILMU SANTET JIN API

@@@ HANYA UNTUK TAMBAHAN PENGETAHUAN ANDA DAN TIDAK SAYA IJASAHKAN UNTUK UMUM. BILA ANDA MENGINGINKAN MEMILIKI AMALAN INI, SILAHKAN SMS KE SAYA DENGAN SEBUTKAN NAMA, TEMPAT TANGGAL LAHIR ANDA DAN ALAMAT ANDA, KIRIMKAN KE NO HP 081250080910 UNTUK PENYELARASANNYA DENGAN DONASI SEIKHLASNYA SEBAGAI TANDA IJAB QOBUL KESERIUSAN ANDA MEMILIKI ILMU INI. @@@

BIBIR MERAH X

SALAM PERSAUDARAAN …apa kabar sedulur blog bibir merahx? Semoga baik2 saja yah. Oke, untuk melengkapi khasanah ilmu goib di blog kita ini, maka bersama ini saja bahas sebagai tambahan pengetahuan yaitu tentang ilmu santet jin api.

ILMU santet ini bermanfaat untuk menghancurkan sasaran target orang dholim. Orang yang kena santet jenis ini tubuhnya akan panas seperti kena api disekujur tubuhnya, bahkan dalam beberapa kasus bisa sampai melepuh seluruh kulitnya seperti terbakar.

Sangat sulit dideteksi secara medis dan target mengalami siksaan sangat hebat akibat jin yang masuk ke tubuhnya. untuk memiliki ilmu ini anda wajib mengamalkan sebagai berikut..

1. PUASA MUTIH MULAI HARI WETON ANDA SELAMA 7 HARI

2. SELAMA PUASA LAKUKAN WIRID DOA BERIKUT INI SELAMA 1000 X SETIAP HARI selama 7 hari

DOANYA SBB:

waaljaanna kholaqnaahu min qablu min naari alssamuumi

ini ada dalam QS AL HIJR AYAT 27…. yang artinya “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”

 

3. HARI TERAKHIR PUASA, LAKUKAN WIRID DOA TSB DI ATAS SELAMA 7000 x tanpa henti dan tidak boleh tertidur.Setelah selesai rangkaian ritual diatas insya allah ilmu sudah anda miliki.TATA CARA MEMPRAKTEKKAN..

1. TENTUKAN SASARAN TARGET, DAN BAYANGKAN DIA ADA DI DEPAN ANDA (JARAK JAUH DEKAT TIDAK MASALAH)

2. BACA DOA DI ATAS 5 X SAMBIL TAHAN NAPAS LALU HEMBUSKAN KE BAYANGAN TARGET YANG ADA DEPAN ANDA

3. AKAN LEBIH BAIK LAGI BILA ANDA MEMILIKI BENDA-BENDA PRIBADI MILIK TARGET, MISALNYA BAJU MILIK DIA, DLL.. SETIAP BENDA BISA. hembuskan dari mulut anda sampai mengenai benda-benda milik target.

4. TARGET AKAN KENA SAKIT HEBAT AKIBAT SERANGAN SANTET DAN TUNGGU KEDATANGANNYA DIA UNTUK MINTA MAAF PADA ANDA. KALAU DIA TIDAK MINTA MAAF MAKA SAKITNYA TIDAK AKAN BISA DISEMBUHKAN BIIDZNILLAH. bila sudah minta maaf pada anda maka dia akan berangsur sembuh secara otomatis.

TERIMA KASIH.

SALAM

BIBIRMERAH X

@@@ HANYA UNTUK TAMBAHAN PENGETAHUAN ANDA DAN TIDAK SAYA IJASAHKAN UNTUK UMUM. BILA ANDA MENGINGINKAN MEMILIKI AMALAN INI, SILAHKAN SMS KE SAYA DENGAN SEBUTKAN NAMA, TEMPAT TANGGAL LAHIR ANDA DAN ALAMAT ANDA, KIRIMKAN KE NO HP 081250080910 UNTUK PENYELARASANNYA DENGAN DONASI SEIKHLASNYA SEBAGAI TANDA IJAB QOBUL KESERIUSAN ANDA MEMILIKI ILMU INI. @@@

 

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2014 in ILMU SANTET JIN API

 

JIN SYEKH LUQMAN AKAN MENEMUI ANDA BILA MEMBACA DOA SHOLAWAT INI

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN NABIYYIKA ‘ADADA KHOLAQTA MINAL JINNI WAL INSI WAS SYAYATHIN WAMAANTA KHALIQUHUM MINHUM ILA YAUMIL QIYAMAH
BACALAH DOA SHOLAWAT INI 1000 x SETIAP MALAM. INSYA ALLAH ANDA AKAN DITEMUI JIN LUKMAN SAJIN, GOLONGAN ULAMA INI. SAYA SUDAH MEMBUKTIKANNYA DULUR….
@@@
2014,BIBIRMERAHX
 
32 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2014 in JIN SYEKH LUQMAN AKAN MENEMUIMU

 

SHOLAWAT PENGHILANG KESEDIHAN

Allohumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin Allohumma shalli ‘alayhi wa sallam wa ‘adzhib huzna qolbii fii dunyaa wal akhirat

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Pemimpin kami Nabi Muhammad. Ya Allah, berikan kepadanya shalawat daln Salam. Hilangkan kesedihan hatiku di dunia dan akhirat.”

Shalawat ini disusun  oleh Habib Ali Bin Hasan al-Atthas. Beliau berkata: “Salah satu penyebab datangnya futuh (terbukanya rahasia  dari Allah) kepada kami adalah dengan membaca doa ini. Shalawat ini termasuk doa yang sangat besar manfaatnya bila dibaca. Aku berharap manfaatnya merata kepada kaum muslimin sebagai doa yang mustajab. Monggo diamalkan.

@bibirmerahx,2014

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2014 in SHOLAWAT PENGHILANG KESEDIHAN

 

AMALAM BERTEMU RAJA JIN MUSLIM DI SUATU DAERAH

APA KABAR SOBAT? KALI INI SAYA AKAN SHARE SATU AMALAN SEDERHANA UTK BERTEMU RAJA JIN.

BACA SATU KALI DENGAN KEYAKINAN MANTAP DI TEMPAT YANG SUCI, MISALNYA MASJID, LANGGAR ATAU MUSHOLA, ATAU TEMPAT YANG ANDA ANGGAP BAIK…

BERIKUT BACAANNYA:  

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. A’JAMU ALAIKUM YA MA’SYAROL JAAN BI QOULILLAHI TA’ALA. WA BIQOWLIHI TA’ALA A’JAMU ALAIKUM AN TAHDURUU ILA HADROTII HADZIHI WA MAQOMII HADZA. KADZALIKA TAHDURUUNA BI QOULIHI TA’ALA. FA AJIBUU WA ATI’UU. AJIBUU WA ‘AJJILUU BIL AJNIHATIT TOYYAROTI WAL LUGHOTIL MUKHTALIFATI WAL ASNAFIL ‘AJIBATI INNALLOHA ‘ALA JAM’IHIM IDZA YASYA U QODIRUN AINAT TOYYARUNA FIL HAWA I FIL HAWAI AINAL MUSTAROQUNAS SAM’I MINAS SAMA I AINAL GHOWASUNA TAHTA ATBAQIS TSARO AINAL ITSNANI WA SAB’UUNA QOBILATIN MIN QOBAILIL JINNI AL MA’DZUNATI BIT TO’ATI TAHATAD DAIROTI KHOTAMI SULAIMANA IBNI DAWUUDA ALAIHIMAS SALAM BIHAQQI. MAN KANA MINKUM MIN ASYBAHI ARWAHIL YAHUDI FAINNI AQSAMTU ALAIKUM BIL ‘UHUDI WA MIMMA KUTIBA FI AYATIS SUURI WA INKUNTUK MIN ASYBAHI ARWAHIN NASORO FA INNI AQSAMTU ALAIKUM BI INZILA ISA WA IN KUNTUM MIN ASYBAHI ARWAHIL MUSLIMINA FA INNI AQSAMTU ALAIKUM BI MUHAMMADIN KHOTAMIN NABIYYINA. MA DA’AWTUKUM ILLA FI QODOI HAWAIJIL MUSLIMIN BAROKALLOHU FIKUM WA ‘ALIKUM WA JADAKUMULLOHA NURUN ‘ALA NURIN WAL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMINA.

INSYA ALLAH AKAN SEGERA DATANG RAJA JIN TERSEBUT ATAS IJIN ALLAH SWT. BILA ANDA PEKA MAKA RAJA JIN SUDAH DATANG ANDA MEMBACA SEKALI SAJA. BILA ANDA BELUM PEKA MAKA YAKINLAH RAJA JIN SUDAH DATAG DIDEKAT ANDA.

BILA SUDAH DATANG, SAMPAIKAN SALAM DAN UTARAKAN NIAT ANDA APA. BILA ANDA BINGUNG BACA SAJA: INNMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AYYAQULA LAHU KUN (BACA NIAT ANDA BERTEMU PAKAI BAHASA ANDA, BOLEH BAHASA JAWA, SUNDA, SUMATRA, KALIMANTAN, ATAU BAHASA INDONESIA) FAYAKUN. SELANJUTNYA SAMPAIKAN UCAPAN TERIMA KASIH DAN SALAM PENUTUP.

MONGGO SAYA IKHLASKAN BILA ANDA MEMPRAKTEKKANNYA.

@BIBIRMERAHX,2014

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2014 in AMALAN BERTEMU RAJA JIN

 

HIZB BAHR – HIZIB LAUTAN

حزب البحر

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا عَلِيْمُ أَنْتَ رَبِّي وَعِلْمُكَ فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّي وَنِعْمَ الْحَسْبُ حَسْبِي تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَأَنْتَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ. نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِي الْحَرَکَاتِ وَالسَّکَنَاتِ وَالْکَلِمَاتِ وَالإِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ ، مِنَ الشُّکُوكِ وَالظُّنُونِ وَالأَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوبِ عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوبِ ،

 

)فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلاَّ غُرُورًا( فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا (هَذَا الْبَحْرَ) …… كَمَا سَخَّرْتَ الْبَحْرَ لِمُوسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلإِبْرَاهِيمَ , وَسَخَّرْتَ الْجِبَالَ وَالْحَدِيدَ لِدَاوُدَ , وَسَخَّرْتَ الْجِنَّ وَالشَّيَاطِيْنَ لِسُلَيْمَانَ وَسَخِّرْلَنَا (كُلَّ بَحْرٍ) هُوَ لَكَ فِي الأَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ وَبَحْرَ الدُّنْيَا وَبَحْرَ الآخِرَة ,

 

وَسَخِّر لَنَا (كُلَّ شَيْءٍ) يَا مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ )كهيعص( (3 كالي)

 

اُنْصُرْنَا فَإِنَّك خَيْرُ النَّاصِرِينَ , وَافْتَحْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ , وَاغْفِرْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الغَافِرِينَ , وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ , وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ , وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ , وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيِّبةً كَمَا هِيَ فِي عِلْمِكَ , وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ , وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ الْكَرَامَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَالْعَافِيَةِ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

 

اللَّهُمَّ يَسِّرْ لَنَا أُمُورَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوبِنَا وَأَبْدَانِنَا وَالسَلاَمَةِ وَالْعَافِيَةِ فِي دِينِنَا وَدُنْيَانَا , وَكُنْ لَنَا فِي سَفَرِنَا , وَخَلِيفَةً فِي أَهْلِنَا , وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوهِ أَعْدَائِنَا , وَامْسَخْهُم عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَلاَ يَسْتَطِيعُوْنَ الْمُضِيَّ وَلاَ الْمَجِيءَ إِلَيْنَا .

 

)وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلاَ يَرْجِعُونَ(

 

)يس , وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ , إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ , عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ , تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ , لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ ءَابَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ , لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ , إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلاَلاً فَهِيَ إِلَى الأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ , وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لاَ يُبْصِرُون (

 

شَاهَتِ الْوُجُوهُ (3 كالي)

 

)وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا( , ) طس( , )حم عسق( ،

 

)مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَ يَبْغِيَانِ(

 

)حم( (7 كالي) حُمَّ الأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُونَ .

 

)حم , تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ , غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ(

 

بِسْمِ اللهِ بَابُنَا , تَبَارَكَ حِيطَانُنَا , يس سَقْفُنَا , كهيعص كِفَايَتُنَا , حم عسق حِمَايَتُنَا, )فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ( (3 كالي)

 

سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُولٌ عَلَيْنَا وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ إِلَيْنَا بِحَوْلِ اللهِ لاَ يُقْدَرُ عَلَيْنَا

 

)وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ , بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ , فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ(

 

)فَاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ( (3 كالي)

 

)إِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلىَّ الصَّالِحِيْنَ( (3 كالي)

 

)حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ( (3 كالي)

 

وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (3 كالي)

 

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم (3 كالي)

 

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (3 كالي)

 

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

سورة الأحزاب الأية 11,12

سورة مريم الأية 1

سورة يس الأية 66,67

سورة يس الأية 1-9

سورة طه الأية 111

سورة النمل الأية 1

سورة الشورى الأية 1

سورة الرحمن الأية 19

سورة غافر الأية 1

سورة غافر الأية 1-3

سورة البقرة الأية 137

سورة البروج الأية 20-22

سورة يوسف الأية 64

سورة الأعراف الأية 196

سورة التوبة الأية 129

BACAANYA….


حــزب البحــر
لسيدي أبي الحسن الشاذلي رحمه الله تعالى

اللهمّ يا عليُّ يا عظيمُ يا حليمُ يا عليم
Ya Allahu, Ya ‘Aliyyu, Ya ‘Adheemu, Ya Haleemu, Ya ‘Aleem

أنتَ ربّي ، وعلمُكَ حَسْبي ، فَنِعْمَ الربُّ ربّي ، ونِعْمَ الحسْبُ حسبِي
Anta rabbi, wa ‘ilmuka hasbi, fa ni’mar-rabbu rabbi, wa ni’mal hasbu hasbi,تَنصُر مَنْ تشاء وأنتَ العزيزُ الرحيمُ ،
tan-suru man tashaa-u wa antal ‘azeezur raheem
نَسْألكَ العصمةَ في الحركاتِ والسّكَنَاتِ والكَلِمَاتِ والإرَادَاتِ والخَطَرَاتِ مِنَ
Nas-alukal ‘ismata fil harakati was-sakanati wal kalimati wal iradati walkhatarati minash
الشُّكُوكِ والظُّنُونِ والأَوْهَامِ السَّاتِرةِ للقلوبِ عنْ مطالعةِ الغيوبِ ،
shukuki wa-dhununi wal awhamis-satirati lil qulubi ‘an mutala’atil ghuyub.فقدْ ابْتُلِيَ المُؤمِنونَ وزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَديداً
Faqadib tuliyal mu’minoona wa zulzilu zilzalan shadeeda.
وإذ يقولُ المُنافِقونَ والذين في قُلُوبِهمْ مَرَضٌ ما وعَدَنا اللهُ ورسولُهُ إلا
Wa idh “yaqulul munafiquna wal-ladheena fi qulubihim maradun mawa’adanallahu wa rasuluhu illa غُرورَاً . فثبّتنا وانْصُرْنَا وسَخّرْ لَنَا هذا البَحْرَ كَمَا سَخَّرتَ البَحْرَ لمُوسَى
ghurura.”Fa thibbitna wan-surna wa sakh-khir lana hadhal bahr, kama sakh-khartalbahra li Musa,وسَخَّرْتَ النَّارَ لإبراهيمَ ، وسَخَّرْتَ الجِبالَ والحدِيدَ لدَاوُدَ ، وسخّرت الرِّيحَ
wa sakh-khartan nara li Ibrahim. Wa sakh-khartal jibaala walhadeeda li Dawud. Wa sakh-khartar reeha
والشّياطينَ والجِنَّ لِسُلَيمان َ، وسَـخِّرْ لنـا كـلَّ بحرٍ هو لَكَ في الأرضِ
wash-shayatina wal jinna liSulayman. Wa sakh-khir lana kulla bahrin huwa laka fil ardiوالسماءِ والمُلكِ والمَلَكـُوت وبحرِ الدنيا وبحرِ الآخـرةِ ، وسَـخِّرْ لنَا كـلَّ
was-samaa-i walmulki wal malakut. Wa bahrad-dunya, wa bahral akhira. Wa sakh-khir lanaشيءٍ ، يا مَـنْ بِيدِهِ مَلَكُـوتُ كـلِّ شَيء كهيعص كهيعص كهيعص انصُرنَا
kulla shay-in ya man bi yadihi malakutu kulli shay.”Kaf ha ya ‘ain sad.Kaf ha ya ‘ain sad.Kaf ha ya ‘ain sad.”
انصُرن فإنَّكَ خيرُ النّاصِرِينَ، وافتَحْ لنَا فإنّكَ خيرُ الفَاتِحينَ ، واغفِرْ لنَا فإنَّكَ
Unsurna fi-innaka khayrun-nasireen.Waf-tah lana fi-innaka khayrul fatiheen.Wagh-fir lana fi-innaka
خيرُ الغَافِرينَ ، وارحَمْنا فإنّكَ خيرُ الرّاحِمينَ ، وارزُقنا فإنّكَ خيرُ الرّازِقينَ ،
khayrul ghafireen.War-hamna fi-innaka khayrur-rahimeen.War-zuqna fi-innaka khayrur-raziqeen.واهْدِنَا ونَجِّنَا مِنَ القَوْمِ الظَّالِمِينَ ، وهَبْ لنَا رِيحاً طيّبةً كما هيَ في عِلمِكَ
Wahdina wanajjina minal qawmidh-dhalimeen.
Wa hab lana reehan tayyibatan kama hiya fi ‘ilmik.
، وانشُرْها علينا مِنْ خَزَائِنِ رحمتِكَ ، واحمِلْنَا بِها حَمْلَ الكرامةِ
Wan-shurha ‘alayna min khazaaini rahmatik.Wahmilna biha hamlal karamati
معَ السّلامةِ والعافيةِ في الدّينِ والدُّنيا والآخرةِ إنّكَ على كلِّ شيءٍ قدير.
ma’assalamati wal ‘afiyati fid-deeni wad-dunyawal akhira. Innaka ‘ala kulli shayin qadeer.اللهمَّ يَسِّرْ لنا أُمُورَنَا معَ الرّاحةِ لقلوبِنَا وأَبدانِنَا ، والسلامةِ والعافيةِ
Allahumma yassir lana umurana ma’arrahati li qulubina wa abdaninawas-salamati wal ‘afiyatiفي دِينِنا ودُنْيانا وكُنْ لنا صَاحِباً في سَفَرِنا، وخلِيفةً في أهلِنَا،
fi deenina wa dunyana. Wa kul-lana sahiban fisafarina wa khaleefatan fi ahlinaواطْمِسْ على وُجوهِ أَعدائِنَا وامْسَخْهُم على مكَانَتِهِم فلا يستَطيعون
Wat-mis ‘ala wujuhi a’daaina. Wam-sakhhum ‘ala makanatihim fala yasta-ti’unalالمُضِيَّ ولا المَجِيءَ إلينا
mudiyya walal majiyya ilayna.
ولو نشاءُ لطَمَسْنَا على أعيُنِهم فاستَبَقوا الصّراطَ فأَنَّى يُبصِرونَ ،
“Wa law nashaa-u latamasna ‘ala a’yunihim fas-tabaqus-sirata fa-anna yubsiroon.ولو نشاءُ لمَسَخْنَاهُم على مكانَتِهِم فما اسْتَطاعوا مُضِيّاً ولا يَرجِعُون .
Wa law nashaa-u lamasakh nahum ‘ala makanatihim famas-tata’umudiyyaw-wa la yarji’oon.”يس • وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ • إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ • عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ •
“Ya seen. Wal Qur’aanil hakeem. Innaka laminal mursaleen. ‘Alasiratim-mustaqeem.تَنْـزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ • لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَـا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُـمْ غَافِـلُونَ •
Tanzeelal ‘azeezir-raheem. Li tunzira qawmam-ma undhiraaabaa-uhum fahum ghafiloon.لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ • إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالاً
Laqad haqqal qawlu ‘ala ak-tharihim fahum layu’minoon. Inna ja’alna fi a’naqihim aghlalanفَهِيَ إِلَى الأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ • وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ
fa hiya ilal adhqani fahummuqmahoon. Wa ja’alna mim-bayni aydihim saddaw-wa minخَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ.
khalfihim saddanfa-agh shaynahum fahum la yubsiroon.”
شَاهَتْ الوُجُوهُ شَاهَتْ الوُجُوهُ ، شَاهَتْ الوُجُوهُ
Shaahatil wujooh.Shaahatil wujooh.Shaahatil wujooh.
وَعَنَتْ الوُجُوهْ للحَيِّ القَيُّومِ وقد خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْماً .
“Wa ‘anatil wujoohu lil hayyil qayyumi wa qad khaba man hamaladhulma.”
طس- طسم- حمعسق. مَرَجَ البحْرَينِ يلتقيانِ بينهُمَا بَرْزَخٌ لا يَبْغِيَان
“Ta seen. Ha meem. ‘Ain seen qaaf.””Marajal bahrayni yaltaqiyaan. Baynahuma barzakhul-la yabghiyan.”حم حم حم حم حم حم حم حُمّ الأَمْرُ وجاءَ النّصرُ فعلينا لا يُنْصَرون . ]
“Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem.”Hummal amru wa ja-an-nasru fa’alayna la yunsaroon.
حم • تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ •
“Ha meem. Tanzeelul kitabi minallahil ‘azeezil ‘aleem.
غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ [ [غافر/1-3].
Ghafiridh-dhambi waqabilit-tawbi shadeedil ‘iqabi dhit-tawli la ilaha illa huwa ilayhilmaseer.”( بسم الله بابنا ، تبارك حيطاننا ، يس سقفنا ، كهيعص كفايَتُنَا ،
Bismillahi, baabuna. Tabaraka, hitanuna. Ya seen, saqfuna. Kaf ha ya ‘ainsad, kifayatuna.حمعسق حِمَايَتُنَا
Ha meem ‘ain seen qaaf, himayatuna.
فَسَيكْفيكَيهم الله وهو السميع العليم (ثلاثاً).
“Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.
Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.
Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.”
( سترُ العَرشِ مَسْبُولٌ علينَا وعَيْنُ اللهِ ناظِرَةٌ إلينَا ،
Sitrul ‘arshi masbulun ‘alayna, wa ‘ainullahi nadhiratun ilayna,
بِحَوْلِ اللهِ لا يُقْدَرُ علينا واللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ. بلْ هوَ قُرآنٌ مَجيدٌ .
bi hawlillahi la yuqdaru ‘alayna. Wallahu miw-waraaihim muheet. Bal huwaQura’anum-majeed.في لَوحٍ مَحفوظٍ
Fi lawhim-mahfoodh.
فاللهُ خيرٌ حَافِظَاً وهو أرحمُ الرَّاحِمينَ ” (ثلاثاً) .
“Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.
Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.
Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.”

” إنَّ ولِيّيَ اللهُ الذي نَزَّلَ الكِتَابَ وهُوَ يَتَوَلّى الصّالِحيَن “(ثلاثاً) .
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwa yatawallas-saliheen.”
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwa yatawallas-saliheen.”
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwayatawallas-saliheen.”

” حَسْبِيَ اللهُ لا إِلَهَ إِلاّ هُوَ عَلَيهِ تَوَكَّلْتُ وهُوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ ” (ثلاثاً) .
“Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.;
Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.”
“Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.”

” بِسمِ الله الذي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيءٌ في الأرضِ ولا في السّماءِ وهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ” (ثلاثاً) .
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem.
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem.
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
” ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إِلاّ باللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ ” (ثلاثاً)
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.

وصلّى الله على سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آَلِهِ وصَحْبِهِ وسَلَّم والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ .
Wa sallallahu ‘ala sayyidina Muhammadiw-wa ‘ala aalihi wa sahbihi wa sallim.

ARTINYA

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, Pengasih. Berkat-berkat Allah dan salam ditujukan kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, Yang maha Satu,

Maha Mengetahui
Engkau Tuhanku, dan pengetahuan-Mu cukup bagi saya. Apa yang sangat baik Iadalah Tuhanku! Yang Indah adalah berkecukupan!
Engkau permohonan kepada Engkaulah perlindungan, dalam gerakan-gerakan dan saat-saat istirahat, dalam kata-kata, keinginan, dan pikiran yang lewat, dari keraguan, pengandaian dan angan-angan-veilings, mereka, di atas hati, occluding melihat yang gaib.
Setia diadili; Mereka sangat terguncang.
Lalu orang-orang munafik akan berkata, dengan orang-orang dilanda penyakit hati, “Allah dan Rasul-Nya menjanjikan kami hanya khayalan. (Q. 33:11-12)

Meskipun demikian, membuat kita tegas, bantuan AS, dan tunduk kepada kita laut ini, seperti Engkau tidak tunduk laut kepada Musa, dan api kepada Ibrahim, dan gunung-gunung dan besi untuk Daud, dan angin, setan, dan jin kepada Salomo.

Dimasukkan ke dalam tunduk kepada kami setiap lautan-Mu di bumi dan langit, di domain ini dan langit, lautan dunia ini dan lautan berikutnya. Render tunduk kepada kami setiap hal, “0 Engkau, yang tangannya memegang kedaulatan atas segala sesuatu” (Q. 23:88).

Kaf ha ‘ya’ ‘ain shod
Kaf ha ‘ya’ ‘ain shod
Kaf ha ‘ya’ ‘ain shod

Membantu kami, karena sesungguhnya Engkau penolong yang terbaik.
Buka untuk kita tangan rahmat, karena sesungguhnya Engkau yang terbaik dari pembuka. Maafkan kami, karena sesungguhnya Engkau pardoners yang terbaik.

Jadilah penyayang kepada kita, karena sesungguhnya Engkau yang terbaik dari orang-orang yang menunjukkan belas kasihan.

Mendukung kita, karena sesungguhnya Engkau sustainers yang terbaik. Membimbing kita dan menyelamatkan kita dari orang-orang yang tidak adil.

Mengirimkan angin lembut, seperti Engkau tahu bagaimana melakukannya, dan biarkan itu meniup kita dari gudang-gudang rahmat-Mu. Biarkan beruang kita sepanjang seperti oleh intervensi ajaib, dengan keamanan dan kesejahteraan, dalam agama, urusan duniawi, dan akhirat.

Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Tuhan, memfasilitasi bagi kami urusan kami, dengan mudah pikiran dan tubuh, dengan keamanan dan kesejahteraan dalam agama dan hal-hal duniawi. Menjadi teman bagi kita dalam perjalanan kita, dan pengganti rumah tangga kami.

Dengan wajah menghapuskan musuh-musuh kami, dan mengubah mereka di mana mereka berdiri, menonaktifkan mereka dari meninggalkan atau datang ke Amerika Serikat. Jika Kami menghendaki, Kami akan menghapuskan mata mereka. Namun, mereka akan berlomba maju ke jalan. Tapi bagaimana mereka lihat? Kalau Kami kehendaki, Kita harus mengubah mereka di mana mereka berdiri. Jadi, mereka tidak akan dapat pergi atau kembali (Q 36:66-67).

Ya ‘dosa! Oleh Bijaksana Al-Qur ‘an! Pasti kamu salah satu dari mereka dikirim pada jalan yang lurus! Sebuah wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, bahwa Engkau mightest memperingatkan orang-orang yang bapak-bapak tidak diperingatkan. Namun, mereka tidak mengambil pelajaran.

Deklarasi telah dikonfirmasi terhadap sebagian besar dari mereka. Namun mereka tidak percaya. Kami telah melingkari leher mereka dengan rantai sampai ke dagu, tetapi mereka memegang kepala mereka tinggi. Sebelum mereka telah Kami meletakkan penghalang, dan di belakang mereka sebuah penghalang, dan Kami telah dikaburkan penglihatan mereka, maka mereka tidak melihat (Q 36:1-8).

Bikin  wajah mereka menjadi cacat!
Bikin wajah mereka menjadi cacat!
Bikin wajah mereka menjadi cacat!

Biarkan wajah mereka tunduk sebelum Living, the Self-subsisten, Karena dia yang sarat dengan salah sudah bertemu frustrasi. Ta ‘dosa, ha’ mim, ‘ain sin Qaaf. (Q 27:1)

Ia telah merilis dua lautan yang bertemu; Namun di antara keduanya ada batas [barzakh] bahwa mereka tidak jembatan. … (Q 55:19-20)

Ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim! (Q 40:1)

Urusan telah ditetapkan. Kemenangan telah datang. Atas kami mereka tidak akan menang. Ha ‘mim!

[Ini adalah] pengiriman ke Kitab dari Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui AII, Mengampuni dosa,

Penerima penyesalan, parah dalam menghukum, Penyantun.
Tidak ada Tuhan selain Dia ada di sana.
Kepada-Nya lah kembali. (Q 40:1-3)

Dalam nama Allah (bismillah) adalah pintu kita. Mei [Allah] memberkati dinding kita.
Ya ‘dosa (Q 36:1) adalah langit-langit kita.

Kaf ha ‘ya’ ‘ain shod (Q 19:1) adalah kecukupan kita. Ha ‘mim’ ain sin Qaaf (Q 42:1) adalah tempat perlindungan kita.

Jadi Tuhan sudah cukup bagimu terhadap mereka, karena Ia mendengar semua, tahu semua.
[Ulangi tiga kali]

Tabir tahta telah dijatuhkan atas kami, dan mata Allah memandang pada kami. Allah adalah di belakang mereka, sekeliling. Memang, itu adalah pertunjukan yang mulia [Al Qur’an], tertera pada dijaga tablet [lawh Mahfuz] (Q. 85:20-21). [Ulangi tiga kali]

Protector saya Tuhan, yang mengungkapkan Kitab (dari waktu ke waktu), dan Ia akan memilih dan berteman dengan orang benar. (Q. 7:196) [Ulangi tiga kali]

kecukupanku adalah Tuhan. Tidak ada Tuhan selain Dia ada di sana. Kepada-Nya aku bertawakal, Sebab Ia adalah Tuhan atas takhta agung (Q. 9:129). [Ulangi tiga kali]

Dalam nama Allah, dengan Nama yang ada di bumi atau langit yang dapat merugikan, karena Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Ulangi tiga kali]

Tidak ada kekuatan dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah, Tinggi, Yang Maha Perkasa.

RIWAYAT LAHIRNYA HIZIB:

XXXX

Yang MULIA Syaikh Abu al-‘Aza’im ibn Sultan Madi terkait dengan saya di kota Tunis, semoga Allah Ta’ala mengawasi hal itu, begitu juga yang layak dan diberkati Syaikh Sharaf al-Din, putra dari Syaikh (al-Syadzili ) di kota Damanhur al-Wahsh dari Mesir pada tahun 715 H. syaikh yang berada di titik pengaturan dari Kairo untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dalam waktu yang singkat setelah keberangkatan dari para peziarah.

Dia berkata,”Aku telah ilahi memerintahkan untuk melakukan ziarah tahun ini. Jadi bagi kami menemukan sebuah kapal Sungai Nil di mana untuk melakukan perjalanan dengan cara Mesir Hulu: “Mereka mencari-cari kapal, namun hanya menemukan satu milik orang Kristen yang adalah orang Kristen tua dengan anak-anaknya.

Dia berkata, “Mari kita naik papan:” Kami masuk ke kapal dan berlayar dari Kairo dan bepergian selama dua atau tiga hari. Lalu angin bergeser sehingga kami berlayar ke dalamnya. Jadi, kita terikat ke tepi Sungai Nil di sebuah tempat tak berpenghuni. Kami tetap di sana sekitar satu minggu di dalam melihat perbukitan Kairo.

Salah satu peziarah menyertai kita bertanya, “Bagaimana mungkin bahwa Syaikh mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini bila waktu untuk itu telah berlalu? Dan berapa lama perjalanan ini akan berlangsung?, Di tengah hari syaikh tidur dan terbangun, dan kemudian menawarkan doa ini [dikenal sebagai Litani Laut]. “Di mana kapten kapal?” ia bertanya.

“Ya” ia menjawab, “inilah aku: ‘
“Siapa namamu?” tanya syaikh. “Mismar: ‘
“Wahai diberkati Mismar, membabar layar: ‘syaikh memerintahkan.
“Wahai tuanku:” kapten keberatan, “[Jika saya melakukan itu], kita akan datang lagi ke Kairo dengan berlayar sebelum angin: ‘
“Kita akan kembali menjadi pelancong: ‘syaikh menjawab,” Insya Allah:’

Sekali lagi sang kapten keberatan, “Angin ini akan mengantar kami kembali ke Kairo sebelum akhir hari ini, dan, lebih jauh lagi, dengan angin seperti itu, untuk mendapatkan kapal berlayar di bawah akan benar-benar mustahil: ‘

“Membabar layar; ‘syaikh memerintahkan dia,” dengan berkat Tuhan: “Jadi kita mengibarkan layar, dan Tuhan [Dia dimuliakan] memerintahkan angin agar bergeser dan mengisi layar [begitu cepat, sehingga mereka] adalah mampu menyingkirkan tali dari tiang pancang. Mereka memotong dan kami berangkat di bawah angin sepoi-sepoi. Kapten masuk Islam, baik ia dan adiknya.

Ayah mereka tidak berhenti untuk meratap dan berkata, “Saya kehilangan dua anak laki-laki pada,
perjalanan ini: “” Sebaliknya; ‘syaikh berkata kepadanya, “Anda telah mendapatkan mereka:”
Malam itu Kristen memiliki visi di mana hari kebangkitan, sebagaimana adanya, telah datang, dan ia beholding surga dan api. Dia menyaksikan syaikh (al-Syadzili) melakukan ke Garden kerumunan besar orang. Di antara mereka adalah anak-anak orang Kristen. Dia ingin mengikuti mereka, tetapi ia dicegah. Dia diberitahu, “Kau bukan dari mereka sampai Anda masuk agama mereka: ‘

Orang Kristen yang terkait dengan syaikh, dan dia [Kristen] masuk Islam. Kemudian syaikh berkata kepadanya, “Orang-orang yang Anda lihat dengan saya adalah teman saya pada hari kebangkitan.”

Kami melanjutkan perjalanan kami dengan mudah dan berhasil dengan insiden penceritaan yang akan memakan waktu yang lama. Mereka menyelesaikan ibadah haji tahun itu.
Tuanku, Madi, terkait, menurut laporan dari syaikh, Kristen menjadi salah satu orang kudus yang besar dari Allah. Akibatnya, ia menjual kapal dan melakukan haji bersama kami, bersama dengan anak-anaknya. Dia punya zawiya (tempat ibadah) di Mesir Hulu dan merupakan salah satu dari orang-orang yang dianugerahi dengan kekuatan karismatik. Perjalanan yang penuh berkah ini merupakan kesempatan bagi manifestasi dari kekuasaan tersebut. Semoga Tuhan mengasihaninya dan akan senang dengan dia.

Syaikh berkata,
Demi Tuhan, aku tidak mengucapkan itu [yang hizib Laut] kecuali seperti itu datang dari Nabi Allah, dari instruksi yang saya belajar itu. “Penjaga itu;” katanya kepada saya, “karena itu berisi nama terbesar Tuhan: ‘

Hal ini tidak dibacakan di tempat manapun tanpa keamanan yang memerintah di sana. Jika itu telah dengan penduduk Baghdad, Tatar tidak akan mengambil kota.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2014 in HIZB BAHR – HIZIB LAUTAN

 

HIZIB NAWAWI

 

حزب النووي

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ ,

أَقُولُ عَلَى نَفْسِي وَعَلَى دِيْنِي وَعَلَى أَهْلِي وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِي وَعَلَى أَصْحَابِي وَعَلَى أَدْيَانِهِم وَعَلَى أَمْوَالِهِم أَلْفَ بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ ,

 

أَقُولُ عَلَى نَفْسِي وَعَلَى دِيْنِي وَعَلَى أَهْلِي وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِي وَعَلَى أَصْحَابِي وَعَلَى أَدْيَانِهِم وَعَلَى أَمْوَالِهِم أَلْفَ أَلْفِ بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ ,

 

أَقُولُ عَلَى نَفْسِي وَعَلَى دِيْنِي وَعَلَى أَهْلِي وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِي وَعَلَى أَصْحَابِي وَعَلَى أَدْيَانِهِم وَعَلَى أَمْوَالِهِم أَلْفَ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ .

 

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَعَلَى اللهِ وَفِي اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ .

 

بِسْمِ اللهِ عَلَى دِينِي وَعَلَى نَفْسِي وَعَلَى أَوْلاَدِي

 

بِسْمِ اللهِ عَلَى مَالِي وَعَلَى أَهْلِي بِسْمِ اللهِ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ أَعْطَانِيهِ رَبِّي .

 

بِسْمِ اللهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الأَرْضِيْنَ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ . بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم (3 كالي)

 

بِسْمِ اللهِ خَيْرِ الأَسْمَاءِ فِي الأَرْضِ وَفِي السَّمَاءِ  ,

 

بِسْمِ اللهِ أَفْتَتِحُ وَبِهِ أَخْتَتِمُ ,

 

اللهُ , اللهُ , اللهُ , اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ,

 

اللهُ , اللهُ , اللهُ , اللهُ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ,

 

اللهُ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ (3 كالي)

 

)قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (. (3 كالي)

 

وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ شِمَالِي وَعَنْ شَمَائِلِهِم , وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ خَلْفِي وَمِن خَلْفِهِم وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ فَوْقِِيْ وَمِنْ فَوْقِهِمْ وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ تَحْتِي وَمِنْ تَحْتِهِم وَمِثْلُ ذَلِكَ مُحِيطٌ بِي وَبِهِم , اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لِي وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ الَّذِي لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ ,

 

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي وَإِيَّاهُمْ فِي عِبَادِكَ وَعِيَاذِكَ وَعِيَالِكَ وَجِوَارِكَ وَأَمَانَتِكَ وَحِرْزِكَ وَحِزْبِكَ وَكَنَفِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ وَإِنْسٍ وَجَانٍ وَبَاغٍ وَحَاسِدٍ وَسَبُعٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ كُلِّ دَابَةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ,

 

حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوْبِينَ , حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوقِينَ , حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوْقِيْنَ , حَسْبِيَ السَّاتِرُ مِنَ الْمَسْتُورِيْنَ , حَسْبِيَ النَّاصِرُ مِنَ الْمَنْصُورِيْنَ , حَسْبِيَ الْقَاهِرُ مِنَ الْمَقْهُورِينَ , حَسْبِيَ الَّذِي هُوَ حَسْبِي , حَسْبِيَ مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي , حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ , حَسْبِيَ اللهُ مِنْ جَمِيعِ خَلْقِهِ ,) إِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلىَّ الصَّالِحِيْنَ (

 

)وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا , وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْءَانِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا( ,

 

)فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ(

 

وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم (تيوف كانن ، كيري , دفن , بلاكغ 3 كالي)

 

خَبَأْتُ نَفْسِي فِي خَزَائِنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , أَقْفَالُهَا ثِقَتِي بِاللهِ , مَفَاتِيْحُهَا لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ , أُدَافِعُ بِكَ اللَّهُمَّ عَنْ نَفْسِي مَا أُطِيْقُ وَمَا لاَ أُطِيْقُ لاَ طَاقَةَ لِمَخْلُوقٍ مَعَ قُدْرَةِ الْخَالِقِ . حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ .

 

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

سورة الإخلاص

سورة الأعراف الأية 196

سورة الإسراء الأية 45-46

سورة التوبة الأية 129

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2014 in HIZIB NAWAWI

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.