JIMAT PENJAGA RUMAH ANTI SANTET


jimat bibirmerah
CARA: Print di kertas, lipat dan simpan di atas pintu rumah. Praktis dan mudah. salam

bibirmerahx

13 Komentar

  1. arifin

    QOBILTU IJIN MENGUNAKAN,SALAM SALIM BUAT NYAI.
    ALFATEHAH SEND……

  2. Sukma Jaya

    Haturnuhun Nyai….salam sejahtera.

  3. SALAM SALIM
    QOBILTU
    SENT ALFATEHA 7X

  4. wongwarek

    salam Nyai..Qobiltu..mohon ijin mengunakan untuk sy dan kyarga..TQ Nyai

  5. platAG

    Salam Salim Nyai..
    Rahayu.

  6. NERAH WIRANATA KUSUMA

    qobiltu nyi..izin menggunakan salam, asah,asih,asuh….

  7. enny

    salam kenal nyai..ijin menggunakan, maturnuwun

  8. zaenal

    assalamualaikum..
    mohon ijin untuk menggunakan. smoga bermanfaat untuk kebaikan. amiin
    mksh. wassalaamualikum

  9. Assalamu alaikum…
    apa yang anda ajarkan sangan bertentangan dengan Islam…

    Islam tidak pernah mengajarkan menggunakan jimat…
    Jika anda ingin mengajarkan mereka tentang sihir…
    Mohon jangan di bawa-bawa ayat Allah….

  10. assalamu”alaikum….wr.wb..qobiltu nyai…mohon izin mengamalkannya utk kebaikan,,,,,wassalamu”alaikum…

  11. abdullah

    “Katakanlah:”Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Rabb mereka…” (Q.S Al-Anbiyaa : 42)

  12. abdullah

    Jangan tertipu dengan tipu muslihat, karena sebenarnya segala bentuk jimat itu mengarah kepada kesyirikan,…
    hendaknya sebagai muslimin bertawakal kepada Allah dan meminta perlindungan hanya kepada Rabb semesta alam,…
    haramnya meyakini dan memakai jimat;
    Sahabat yang mulia ‘Uqbah bin Amir Al-Juhani Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan,
    أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ إِلَيْهِ رَهْطٌ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ وَاحِدٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا قَالَ إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَقَطَعَهَافَبَايَعَهُ وَقَالَ مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
    “Bahwasannya telah datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sepuluh orang (untuk melakukan bai’at), maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membai’at sembilan orang dan tidak membai’at satu orang. Maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membai’at sembilan dan meninggalkan satu orang ini?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia mengenakan jimat.” Maka orang itu memasukkan tangannya dan memotong jimat tersebut, barulah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membai’atnya dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan jimat maka dia telah menyekutukan Allah”.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Isnadnya kuat,” dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 492)
    Dalam riwayat lain, Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu ‘Anhu berkata, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
    مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ
    “Barangsiapa yang mengenakan jimat maka Allah ta’ala tidak akan menyempurnakan hajatnya, dan barangsiapa yang mengenakan wada’ah (jimat batu pantai) maka Allah ta’ala tidak akan memberikan ketenangan kepadanya.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Hadits hasan.”)
    Sahabat Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan,
    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا هَذِهِ قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْنًا انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا
    “Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melihat di tangan seorang laki-laki terdapat gelang dari tembaga, maka beliau berkata, “Celaka engkau, apa ini?” Orang itu berkata, “Untuk menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan.” Beliau bersabda, “Ketahuilah, benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.”(HR. Ahmad)
    Sahabat Abu Basyir Al-Anshari Radhiyallahu ‘Anhu berkata,
    أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ قَالَ عَبْدُ اللهِ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ وَالنَّاسُ فِي مَبِيتِهِمْ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَسُولاً أَنْ لاَ يَبْقَيَنَّ فِي رَقَبَةِ بَعِيرٍ قِلاَدَةٌ مِنْ وَتَرٍ أَوْ قِلاَدَةٌ إِلاَّ قُطِعَتْ
    “Bahwasannya beliau pernah bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pada salah satu perjalanan beliau –berkata Abdullah (rawi): Aku mengira beliau mengatakan-, ketika itu manusia berada pada tempat bermalam mereka, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk menyampaikan, “Janganlah tertinggal di leher hewan tunggangan sebuah kalung dari busur panah atau kalung apa saja kecuali diputuskan”.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
    – See more at: http://www.voa-islam.com/read/konsultasi-agama/2012/12/12/22316/hukum-memakai-jimat-kok-ada-kyai-mengajarkan-membuat/#sthash.ZMtgfily.dpuf

  13. Cah Gebluk

    Assalamu’alaikum, izin menggunakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: