3 TINGKATAN ROHANI MANUSIA


Salam Sejahtera..

Penanggalan radiokarbon menunjukkan manuskrip berusia setidaknya 1370 tahun

Bagi orang Islam mereka dituntun untuk bertakwa pada Tuhannya, dalam artinya menjalankan semua larangan-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Di dalam Al-Quran ada satu ayat yakni QS. Al-Baqarah: 3, yang memberikan penjelasan dari ayat sebelumnya tentang siapa yang dimaksud dengan orang yang bertakwa.

3. الذين يؤمنون بالغيب و يقيمون الصلاة و مما رزقناهم ينفقون..
“Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka” [QS. Al-Baqarah: 3]

Ustadzah Zunairah Lc, Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia, menjelaskan pada ayat ini Allah menyebutkan 3 unsur penting yang menjadi sifat utama orang-orang yang beriman:

1. Mengimani hal-hal ghaib
Dengan mengimani hal ghaib inilah yang membedakan seseorang dengan hewan, bahkan seseorang yang benar-benar berakal dengan yang hanya memiliki akal.

Ada sebuah kaidah manthiqiyyah (logika) yang sangat menarik, dikatakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal.
Oleh karenanya poin mengimani hal ghaib dapat menjadi keunggulan besar untuk kita seorang muslim.

Apalah artinya manusia tanpa akal, apalah artinya manusia yang tidak menggunakan akalnya dan apalah artinya manusia yang tidak memercayai segala hal yang tak mesti ia rasakan dengan panca inderanya.

Ayat ini menuntun kita bersama agar menjadi seseorang yang benar-benar berakal, menggunakan akal yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya.

Akan tetapi ada hal yang harus kita perhatikan dan pahami bersama. Bahwa akal kita ini memiliki batasan, ia tidak akan mampu mencapai hal-hal yang diluar ketentuan, seperti hal-hal ghaib, sesuatu yang tidak dapat dirasa dan diraba oleh panca indera, kondisi barzakh, surga, neraka dan lain sebagainya.

Apa yang harus kita lakukan?
Kewajiban kita sebagai seorang muslim yang baik adalah mengimani, mempercayai serta meyakini semua yang ada di dalam Al-Qur’an dan sunnah terutama tentang hal ghaib tanpa berbantah kata.

Usaha manusia untuk menelaah, mencari tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal ghaib hanya akan mendatangkan kesia-siaan belaka. Maka cukup bagi kita untuk mengimaninya secara utuh.

2. Mendirikan shalat
Beranjaklah kita pada sifat orang beriman selanjutnya, setelah mengimani hal ghaib maka selanjutnya adalah melaksanakan shalat, terutama shalat fardhu/wajib.

Jika keterkaitan sifat pertama adalah ibadah yang bersifat keyakinan, maka shalat adalah penggambaran ibadah jasadiyyah kita, yang mana seluruh anggota tubuh kita melaksanakannya.

Sungguh shalat adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan, ia dilaksanakan 5 kali dalam sehari, diulang setiap harinya pagi dan malam hingga masanya ajal datang menghampiri.

Dengan ibadah ini kita dalam melakukan komunikasi yang intens dengan Rabbul ‘Izzah, Pencipta alam semesta beserta isinya, bermunajat panjang serta memohon ampunan adalah mukh (otak/isi) dari ibadah jasadiyyah ini.

Dengan shalat pula kita dapat menguatkan serta menajamkan nurani juga takwa, ia pun menjadi aktor penting dalam tarbiyatunnafs (mendidik diri) agar tercapai sebuah cita menjadi pribadi yang rabbani yang tecermin dalam laku dan sikap sehari-hari.

Selain itu Allah juga menjelaskan keutamaan lain dari ibadah ini, dengannya dapat membentengi diri dari perbuatan keji dan menjadi amalan pertama yang Allah hisab di akhirat nanti.

3. Menginfakkan rezeki
Seseorang yang memiliki pribadi rabbani haruslah mengetahui dan meyakini bahwa semua harta yang ia dapatkan merupakan bentuk nikmat yang Allah berikan untuknya.

Dengan mengetahui dan memahami bahwa Allah yang berkuasa atas segala rezeki maka kita pun akan menyadari ketidakberdayaan kita sebagai makhluk-Nya, yang mana di setiap tetes rezeki yang ada merupakan bentuk penjaminan Sang Pencipta.

Ada sebuah nilai yang sangat berharga dilahirkan dari penjelasan ini, yaitu pembersihan diri kita dari segala bentuk ketamakan dunia, iri dan dengki.

Dengan berlepas sifat-sifat tercela itu kita pun dapat memfungsikan dengan baik rasa saling tolong menolong sesama, tanpa membeda-bedakan.

Infak mencakup 2 hal, yaitu zakat dan sedekah, begitu juga mengikuti dari keduanya hal-hal yang diberikan untuk kebaikan.

Syariat pemberlakuan infak datang sebelum penetapan zakat, karena ia adalah sebuah ibadah yang merangkum semua pengkhususan setelahnya.

Banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang keutamaan berinfak, salah satunya QS. Al-Baqarah: 261

مثل الذين ينفقون أموالهم في سبيل الله كمثل حبة أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مائة حبة..

“Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illah Allahu Akbar.. Dalam satu ayat yang telah kita bahas ini, kita dapat menyimpulkan bahwasanya dengan mengimani hal ghaib kita telah melakukan ibadah i’tiqady (keyakinan), dengan melaksanakan shalat kita telah melaksanakan ibadah jasmani dan dengan menginfakkan rezeki kita telah melaksanakan ibadah maali (harta).” ucap Ustadzah Zunairah Lc.

KESIMPULAN

Ayat itu menentukan tiga petunjuk dan menjelaskan tiga tingkatan kesejahteraan rohani manusia:
a. Pertama, ia harus beriman kepada kebenaran yang tersembunyi dari pandangan mata dan di luar jangkauan pancaindera, sebab kepercayaan demikian yang menunjukan bahwa ia mempunyai ketakwaan sejati.

b. Kedua, bila ia merenungkan keajaiban alam semesta dan tertib serta rancangan menakjubkan yang terdapat di dalamnya dan bila, sebagai hasil dari renungan itu, ia menjadi yakin akan adanya Dzat Yang menjadikan, maka suatu hasrat yang tidak dapat ditahan untuk mempunyai perhubungan nyata dan benar dengan Dzat itu menguasai dirinya. Hasrat itu terpenuhi dengan mendirikan shalat.

c. Ketiga, akhirnya ketika orang beriman itu berhasil menegakan perhubungan yang hidup dengan Khalik-nya, ia merasakan adanya dorongan batin, untuk berbakti kepada sesama manusia.

Sungguh Islam itu indah dengan segala kemudahan ibadahnya. Allahu A’lam.

@bibirmerahx2015

2 Komentar

  1. thorique

    SALAM SALIM

  2. Raden Mayasadana

    satuju nyi,muantapsssartikelna..heh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: