MENGENAL SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER


Ketika seorang ibu melahirkan,yang pertama kali keluar adalah ketuban,karenanya disebut saudara tua.Dia berfungsi sebagai penjaga badan sang bayi di dalam rahim. Saudara kandung yang lebih muda adalah Ari-Ari atau plasenta. Darah adalah saudara dari sang janin. Tanpa adanya darah,janin bukan saja tidak tumbuh tapi juga akan mengalami keguguran.

Saudara yang keempat adalah pusar. Umumnya orang menganggap bahwa ketuban,Ari-Ari,darah, dan tali pusar itu hanya alat yang diperlukan untuk pertumbuhan jabang bayi di dalam perut. Begitu bayi dilahirkan,maka semuanya itu tidak berfungsi lagi. Tidak ada lagi sangkut pautnya dengan kehidupan. Itu pandangan serba duniawi.

Lain halnya dengan pandangan Jawa. Pandangan yang diterima oleh orang Jawa. Maksudnya,Orang Jawa yang mengerti pandangan Jawa hehe…Bahwa dalam hidup di dunia ini,saudara empat itu tetap menjaga.baik masih di kandungan maupun di alam nyata. Yang kembali ke anasir- anasir bumi,air,udara dan api hanyalah keempat jasadnya.

Setelah bayi lahir,jasad keempat itu kembali ke asalnya. Air ketuban dan darah dibersihkan,Ari- Ari dan potongan tali pusar dipendam. Jasad yang terlahir hidup adalah bayinya. Sedangkan secara metafisik saudaraempat kita itu tetap menjaga kita hingga kita mati.

Pandangan Jawa/kejawen itu ada di dalam AL-Qur’an,alias ada di dalam Islam. Terkadang masih banyak dari kita yang beragama Islam kurang memperhatikan ayat-ayat yang bernuansa metafisik. Kita lebih sering memperhatikan ayat- ayat yang bersifat lahiriah saja.

” Sesungguhnya setiap orang ada penjaganya” ( QS.At-Thariqatnya (86);4) ).

” Dan Tuhan itu mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-hamba-Nya. Dan dikirim-Nya malaikat penjaga untukmu. Sehingga apabila sampai batas usia kematian kepada salah seorang di antaramu diwafatkanlah dia oleh malaikat-malaikat kami,sedang mereka tidak pernah melalaikan kewajibannya” (QS.Al-An’aam (6):61 ).

Dari kedua ayat tersebut,ternyata kehidupan di alam ini,Tuhan memberikan penjaga-penjaga kepada setiap diri manusia. Dan para penjaga ini tidak terlihat oleh mata jasmani,karena mereka berupa roh. Menurut konsep Jawa,para penjaga itu ya saudara gaib kita sendiri,bukan orang lain. Tapi bagi konsep budaya Timur Tengah,penjaga itu adalah malaikat. Dari sudut pandang hakikat, penjaga itu disebut saudara gaib kita sendiri atau malaikat sama saja. Yang membedakan hanya istilah, hanya kata. Tetapi implikasinya yang berbeda. Akibatnya pengaruhnya kepada kejiwaan yang berbeda.

Sistem keyakinan adanya saudara empat yang memberikan perlindungan dalam hidup ini,membuat setiap orang merasa aman hidupnya. Menciptakan perasaan tenteram. Perbuatan baik ,lahir sebagai harmonisasi dengan para saudaranya,baik yang nyata maupun yang gaib.

Di Jawa yang termasuk dalam yang gaib itu ya saudara empat kita di alam nyata ini. Sejak awal orang jawa telah dididik untuk dalam hal mempercayai adanya empat saudara gaib yang senantiasa menjaga dirinya, tentu saja bila orangnya baik!!…

3 Komentar

  1. udin sarif

    salam kenal nyi…

  2. joko pramono

    oh begitu penjelasan dari sedulur papat, kalo enam nyawa, pitu sukma itu gimana nyai guru?

  3. Urang lemur

    tolong dong di babar amalan cara menggunakan sedulur papatnya nyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: